Senin, 23 Juli 2012

Sebuah Kesederhanaan Perjuangan

Ada sebuah diskusi yang tadi terjadi sambil kita Buka Puasa bersamam ada ruang dialog yang coba saya bangun saat itu.
Sebuah pertanyaan sederhana yang ditanyakan oleh hampir semua barisan perjuangan atas nama apapun.
 
"Apa sey yang membuatmu memperjuangkan sebuah identitas yang marginal dan dianggap sebagai bagian dari sampah masyarakat atau kenapa kamu berani mengatakan sebagai orang yang memperjuangkan kawan-kawan komunitas minoritas?"

Saya sampaikan beberapa kisah yang membuat saya merasa perlu ada diruang perjuangan ini, kisah-kisah seorang kawan adik seorang pendeta yang ketahuan dirinya Gay dan dia melarikan diri dari rumah karena dikurung oleh keluarganya. Aku coba mendampinginya hingga pada akhrinya mau dan bersedia ketemu kembali dengan orang tuanya.

Kisah seorang anak yang ketahuan Gay dan dia lari dari rumah berbulan-bulan di rumah seorang kawan, karena sang kawan merasa tidak enak hati dengan keluarganya dia kembalikan anak itu kepada orang tuanya, namun setahun kemudian ketika dia ingin bertemu anak itu, anakitu sudah masuk ke RSJ setelah dipaksa untuk dimasukkan kedalam pesantren.

Atau banyak kisah mereka yang pada akhrinya tidak meneruskan bangku SMAnya karena di Bully oleh kawan-kawanya. Hingga pada akhrinya aku coba melakukan pendekatan kepada pihak sekolah agar bisa diterima kembali kedalam sekolah dan mau untuk bertindak tegas terhadap bullying yang terjadi padanya. Ada yang berhasil, namun banyak pula yang pada akhirnya kandas ditengah jalan.

Kawan SMP saya yang seorang waria pada dasarnya seorang yang sangat pandai disekolah, namun perilaku keluarganya yang menyiksa dia membuat dia saat ini mengalami depresi berat dengan tubuh hanya terbalut kulit dan kerangka, kadang-kadang Sholat di masjid hanya menggunakan pakean yang super sexy dengan mukena yang super tipis dan kadang-kadang tertawa-tertawa sendiri atau meminta-minta uang di pasar menghiba banyak orang.

Jadi, jika ditanya tentang apa yang saya inginkan dari sebuah komunitas. Hanyalah sesederhana bagaimana kita bisa mendampingi mereka secara psikologis terutama ketika mereka ketahuan orang tua atau keluarga. Aku berharap tidak lagi ada kawan-kawan yang putus sekolah SMA hanya karena merasa tidak nyamandi sekolah dan merasa dia tidak bisa menjadi diri sendiri hingga berakibat pada prestasi dan kehidupan dia.

Mencoba menghapus parameter yang buruk terhadap kawan-kawan dan memberikan informasi yang
benar tentang homoseksualitas atau bahkan ketika masyarakat marginal minoritas mendapatkan perilaku yang buruk oleh lingkunganya.

Ketika semua berimbas pada penembakan seperti yang terjadi di Corolado, atau ketika dia meracuni atau membunuh orang dan menjadi seorang psikopat. Kita tidak pernah melihatnya sebagai bagian dari lingkungan yang membentuk perilaku.

Saya bukan orang yang bermuluk-muluk memperjuangkan kawan-kawan untuk bisa melakukan pernikahan dan mendapatkan legal formalnya atas pernikahan itu karena itu bagi saya bukan goal utama. Merubah sistem yang terlanjur homophobia bukan dengan melawan mainstream global dengan mainstream tandingan karena pada akhrinya salah satu akan pecah.

Proses membangun revolusi sistemik, megangkan derajat hidup kawan-kawan komunitas, meningkatkan kualitas hidup, membuatnya bangga akan prestasi yang sebenarnya bisa dia buat dan menjadi support terhadap psikologis dia adalah hal yang sebenarnya hal yang saat ini lebih urgent ketimbang saya sok-sokaan memperjuangkan perubahan system dengan membahas tentang PERDA atau UU yang ada di Indonesia. Kalau kualias hidup kawan-kawan yang saling mensupport dan saling meberi dukungan, maka akan dengan mudah bendera LGBT akan dikibarkan tanpa kita memaksakan seseorang untuk menerima ataukah tidak.
Salam
^^

Selasa, 03 Juli 2012

Khnumhotep dan Niankhkhnum - Pasangan Gay Tertua dalam Sejarah Mesir



Khnumhotep dan Niankhkhnum adalah pelayan kerajaan Mesir kuno. Mereka berbagi judul Mandor dari Manicurists di Istana Raja Niuserre selama Dinasti Kelima firaun Mesir, sekitar tahun 2400 SM, dan terdaftar sebagai "kepercayaan kerajaan" di dalam kubur bersama mereka.

Makam Khnumhotep dan Niankhkhnum ditemukan oleh Ahmed Moussa di Kota Kematian (Necropolis) di Saqqara, Mesir th 1964. Saat itu, ahli Egyptologist itu sedang menggali piramid Fir'aun Unas. Ketika makam Khnumhotep dan Niankhkhnum muncul, semua orang terkaget2 melihat nuansa homoseksual yang sangat kental.

Bukti homoseksualitas mereka yang terkuat ada pada nama mereka yang sengaja dipakai bersama. Niankhkhnum berarti "bersama semasa hidup" dan Khnumhotep berarti "bersama dalam alam baka". Kalo kedua nama gay itu digabung, artinya "bersama2 sehidup dan semati" dan Makam mereka yang menjadi satu.

Gambar dalam heroglyph menunjukkan dengan mendempetkan hidung. Dalam tradisi Mesir kuno, mendempetkan hidung adalah bentuk intimasi tertinggi, setara dengan ciuman bibir modern. Catatan di makam menyebut keduanya adalah manicurist Fir'aun Niuserre, yang mengingatkan kita pada pekerjaan sebagian gay modern di salon2 atau istilah mudahnya adalah Artist make up kusus kepercayaan kerajaan.

Makam Gay Tertua Berumur 5000 Tahun


Baru-baru ini para arkeologi melakukan penggalian kuburan jaman batu di wilayah Republik Ceko. Di dalam komplek makam yang diklaim berumur 2900 – 2500 sebelum masehi ini ditemukan sebuah kerangka manusia yang oleh arkeologi dianggap sebagai penganut orientasi seksual yang berbeda (dailymail.co.uk).

Masih menurut mereka, selama periode tahun-tahun ini, para lelaki umumnya dikuburkan berbaring di sisi kanan dengan kepala menunjuk ke arah barat, dengan senjata, palu, pisau batu dan beberapa jenis makanan sebagai bekal untuk perjalanan ke dunia lain.

Sementara para wanitanya dikubur di sisi kiri dengan kepala menghadap ke timur, dilengkapi dengan kalung dari gigi hewan, anting-anting tembaga, teko dan panci yang ditempatkan di dekat kaki.

Namun di salah satu makam, mereka menemukan sebuah kerangka dengan posisi yang aneh. Berada di kompleks makam laki-laki dengan kepala menghadap ke barat, namun dibekali dengan teko, panci, tanpa senjata dan pisau.


Tentunya ini bukan merupakan suatu kesalahan yang tidak disengaja. Mengingat di jaman ini, orang melangsungkan sebuah pemakaman dengan sangat hikmat dan serius.

“Sejarah dan Etnologi mengatakan bahwa orang-orang di periode ini melakukan upacara pemakaman dengan sangat serius dan sangat tidak mungkin ini merupakan suatu kesalahan yang tidak disengaja,” kata pemimpin peneliti, Kamila Remisova Vesinova. “Kemungkinan terbesarnya adalah bahwa pria ini selama hidupnya memiliki orientasi seksual yang berbeda, homoseksual atau transgender ."

Jumat, 29 Juni 2012

Binatang-binatang yang Memiliki Perilaku Homoseksual

Sebagian besar orang seringkali mengatakan bahwa homoseksual hanya dilakukan oleh manusia hingga mengatakan "Binatang tidak ada yang homoseksual, masak manusia mau melakukannya?" . Namun justifikasi ini justru membangkitkan sebuah pertanyaan paling membingungkan para ahli di seluruh dunia adalah apakah hewan bisa menjadi homoseksual? Berdasarkan teori Darwin, dorongan seksual pada hewan didesain untuk tindakan reproduksi, oleh karena itu seharusnya merupakan heteroseksual.

Sifat Homoeksualitas juga muncul pada kingdom animalia. Bruce Bagemihl menyatakan bahwa sifat homoseksual telah muncul pada hampir 1500 spesies, dari primata hingga Acanthocephala, dan dicatat 500 diantaranya (Bruce Bagemihl, Biological Exuberance: Animal Homosexuality and Natural Diversity, St. Martin's Press, 1999; ISBN 0-312-19239-8)

Namun, beberapa peneliti menunjukkan bahwa hewan yang homoseksual mungkin saja lebih banyak dari apa yang diperkirakan. Homoseksual sering kali ditolak para peneliti sebagai pengecualian pada dunia binatang.

Studi pada koloni albatros oleh University of Hawaii mengungkapkan bahwa sepertiga dari ‘pasangan’ yang berkomitmen untuk bersama satu sama lain, terdiri dari 2 jenis betina.

Setelah melakukan perkawinan dengan albatros jantan, pasangan betina membuat sarang bersama ‘istri’ mereka dan menginkubasi telur bersama-sama.

Kecendrungan luar biasa ini awalnya tidak disadari karena albatros jantan dan betina hampir tidak bisa dibedakan satu sama lain. Beberapa ahli biologi mengklaim perilaku hewan ini telah tampak di 1500 spesies yang berbeda dan dipercaya tercatat di sepertiga kasus-kasus ini.

Berdasarkan penelitian, sekitar seperlima dari pinguin raja yang berada di penangkaran adalah ‘gay’, di mana secara umum angsa hitam jantan memiliki pasangan dengan betina, maka bisa jadi ini dilakukan untuk meningkatkan penjagaan.

Lalat kotoran jantan, memiliki hubungan dengan pejantan lain dengan tujuan untuk melelahkan pasangannya guna mengurangi kompetisi mendapatkan betina.

Perilaku yang menunjukkan ‘gay’ juga telah dibservasi pada jerapah, kupu-kupu, koala, lumba-lumba, gurita, domba, serta hewan lain.

Petter Bockman, ahli homoseksual pada hewan dari University of Oslo mengatakan pada Daiily Mail, “Jika Anda bertanya apakah hewan bisa gay? Maka jawaban singkatnya adalah ‘ya’. Gay adalah kata bagi dunia manusia, sehingga kami memilih untuk menggunakan kata ‘homoseksual’ pada hewan.”

“Seksualitas tidak hanya soal menghasilkan bayi, tetapi juga membuat kawanan pekerja. Bagi beberapa hewan, homoseksual adalah perilaku kawanan yang normal.”

Para peneliti telah terbagi menyangkut penemuan itu. Bruce Bahemill, ahli biologi soal gay di University of Wisconsin, mengatakn asumsi para peneliti bahwa hewan tidak gay adalah karena ‘bias heteroseksual’.

Beberapa berargumentasi bahwa hewan telah terprogram untuk menjadi heteroseksual sebagai cara bertahan hidup. Dr. Antonio Pardo, profesor bioetik di University of Navarre, Spanyol, mengatakan, “Homoseksual tidak hadir di kehidupan hewan. Namun demikian, interaksi merupakan naluri lain, seperti dominasi yang dapat memberi kesimpulan perilaku yang menggambarkan homoseksual.”


Dan berikut adalah beberapa diantaranya :
Jika sebelumnya kamu pernah mendengar istilah Maho, yaitu manusia homo. Itu sudah biasa. Kali ini ada yang lebih heboh, Biho (Binatang Homo).
Sebagian hewan melakukan kegiatan homoseksual sebagai faktor beradaptasi agar spesiesnya tidak punah. Berikut contoh contoh Biho :

1. Jerapah
Aktivitas homoseksual sering terlihat di antara jerapah jantan.Seringkali aktivitas ini dimulai dengan saling menempelkan leher mereka yang jenjang. Aktivitas sesama jenis ini bisa berlangsung hingga sejam. Menurut sebuah studi, setiap 20 jerapah jantan, setidaknya satu ekor jerapah melakukan aktivitas homoseks ini.

2. Sapi
Sebagian sapi jantan menolak kawin dengan sapi betina.

3. Mallards
Mallards memiliki tingkat aktivitas seksual sesama jantan yang luar biasa tinggi untuk burung, rata-rata 19% dari setiap populasi.

4. Merpati
Hampir semua merpati menunjukkan prilaku homoseksual terkadang merpati sesama jenis kelamin membangun sarang untuk mereka berdua

5. Singa Afrika
aktivitas yang dilakukan singa jantan yang sesama jenis adalah dengan menyodok dan membelai pasangan sejenis nya yg membuat pasangan nya mendesah dan membalas prilaku pasangannya itu

6. Albatross
Albatros dapat hidup sampai mereka berusia 70 tahun dan itu mengatakan mereka membuat komitmen seumur hidup untuk satu burung. Mereka menetaskan telur mereka bersama-sama selama 65 hari, bergantian untuk menemukan makanan. Menurut ahli biologi Lindsay Young, yang menggunakan analisis DNA untuk menguji genetik burung gender, beberapa pasangan perempuan telah bersama selama sampai 19 tahun.

7. Bug Red
Bug jantan lebih tertarik kepada pasangan jantan nya dari pada betina.

8. Penguin Raja
Penelitian menunjukkan sekitar seperlima dari seluruh penguin pasangan raja yang disimpan di penangkaran adalah gay.

9. Angsa Hitam
Hampir seperempat dari keluarga angsa hitam parented adalah pasangan homoseksual. angsa jantan kadang-kadang kimpoi dengan seekor betina hanya untuk punya bayi. Setelah kimpoi dan mepunyai telur yg jantan trus pergi meninggalkan betina begitu saja . kejam gan , tragis , bombastis, spektakuler.


10. Penguins Chinstrap
 Mereka menampilkan prilaku2 yg aneh seperti mengaitkan leher, bersolek bersama, mengepakkan sirip . Mereka juga melakukan hubungan seks, sementara mengabaikan pasangan perempuan yg lebih potensial.


11. Bonobo
Dipandang sebagai spesies yang paling dekat dengan manusia, simpanse Bonobo termasuk binatang yang tak malu-malu dalam mencari kesenangan seks. Hampir semua simpanse jenis ini menunjukkan perilaku biseksual. Mereka sangat sering melakukan kopulasi (berhubungan seks) termasuk dengan sejenis, dan suka berteriak-teriak kesenangan saat melakukannya. Tercatat sekitar dua pertiga aktivitas homoseksual adalah sesama betina.


12.Lumba-lumba hidung Botol
Lumba-lumba hidung botol adalah jenis lumba-lumba yang paling sering dijumpai manusia. Lumba-lumba ini umumnya biseksual. Kegiatan homoseksual pada mamalia ini memiliki frekuensi yang berimbang dengan aktivitas heteroseksual mereka. Kegiatan homoseksual mereka meliputi oral seks, di mana lumba-luma yang satu menstimulasi lumba-lumba lainnya dengan moncongnya. Sementara, lumba-lumba jantan juga melakukan stimulasi dengan menggososkkan alat genitalnya ke tubuh jantan lainnya.

13. Burung Camar
Penelitian telah menunjukkan bahwa 10 sampai 15 persen dari burung camar barat wanita di beberapa populasi di menunjukkan perilaku homoseksual liar.


14. Domba Grouphorn
Kelompok domba jantan Bighorn melakukan hubungan biho nya dgn cara menjilati dubur pasangan homo nya sampai ejakulasi.

15. Gajah
Interaksi homoseksual yg dilakukan gajah seperti mencium, melilitkan belalainya (french kiss),dan saling memasukan belalai ke mulut mereka masing2.

16. Bison Amerika
Lebih dari 55 persen aktivitas seks bison jantan muda adalah dengan sesama jenis. Aktivitas homoseksual ini disebabkan karena bison betina hanya melakukan hubungan dengan bison jantan, sekitar sekali setahun. Saat musim kimpoi bison jantan juga melakukan aktivitas seks dengan sesama jenis, beberapa kali sehar


17. Capung
beberapa jenis capung berprilaku homoseksual.


18. Uganda Kob
Kob betina melakukan oral seks satu sama lainnya dan bahkan mereka menggunakan kaki depan nya sebagai alat perangsang pd pasangan sejenis nya .


19. Paus Abu-abu
Interaksi homoseksual cukup banyak dijumpai pada paus abu-abu. Biasanya, paus abu-abu jantan berkelompok hingga lima ekor, lalu berenang berkelindan sambil menggosokkan perut mereka, agar genital mereka tersentuh satu sama lain.

20. Guianan-Cock-of-the-Rock
40% dari pejantan Guianan-Cock-of-the-Rocks terlibat dalam homoseksualitas seksual.

21. Monyet Jepang
Hubungan homoseksual yg terjadi pd monyet jepang ini rata2 memilik umur yg sama.

22. Walrus
Walrus jantan mencapai kematangan seksual pada usia empat tahun, umur segini rentan terhadap hubungan seks yang sama.

23. Eropa Polecats
Polecats Eropa terlibat homoseksual dengan hewan yang bukan saudara nya .

24. Burung Vulture
2 burung Vultures di atas merupakan pasangan homo . ditempat mereka di karantina mereka di beri telur buatan yg di erami oleh mereka setelah 45 hari telur buatan itu di ganti oleh penjaga nya dgn bayi jenis mereka yg asli, lalu berdua membesarkan anak nya itu.

25. Amazon River Dolphin


Sumber-  Sumber : 

http://alam-hewan.blogspot.com/2011/12/hewan-hewan-yang-homosexual-biho.html#axzz1nebKVk9f
http://id.wikipedia.org/wiki/Homoseksualitas_pada_binatang
http://gresnews.com/ch/Technology/cl/Homoseksual/id/1144007/Bisakah+Hewan+Menjadi+Homoseksual

Jumat, 22 Juni 2012

Permohonan Maaf Saya

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Salam damai bagi kita semua, semoga kita selalu diberi kelembutan hati.
Setelah berbulan-bulan tidak saya aktifkan blog ini, baru nyadar kalau blog ini di deface oleh hacker dari Malaysia (Sepertinya). Mohon maaf kalau perbaikanya belum secara utuh bisa dilakukan untuk saat ini tapi InsyaAllah akan coba  saya perbaiki secepatnya.
Mungkin ini juga pembelajaran bagi saya untuk lebih concern terhadap blog yang telah saya buat apalagi karena saya pribadi masih belum advance dalam pembuatan blog yang baik dan lebih profesional. Minimal kliatan serius dikit gitu... Hehehehehe
Jadi mohon maaf atas semua ketidak nyamananya dan selamat berjumpa kembali dengan kami disini
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Selasa, 13 Desember 2011

ABU NAWAS : Tokoh Besar Gay MUSLIM

Keberadaan ABU NAWAS sendiri 'Nyaris' dianggap sebagai tokoh fiktif, sebagian mengangapnya hanya tokoh ciptaan Scheherazade Ratu ratu Sassanid yang akan dihukum mati oleh suaminya Raja Shahryar dan untuk menunda kematianya dia berkisah banyak cerita dan berbeda-beda stiap malamnya hingga mencapai 1001 malam. Saat itulah lahir kisah seribu satu malam yang saat ini sangat terkenal di berbagai belahan dunia dan salah satu dari ksiah tersebut adalah kisah ABU NAWAS yang cukup melegenda dan tidak habis kontroversialnya hingga saat ini.

Abu-Nuwas yang bernama asli al-Hasan bin Hani al-Hakami (750-810), adalah seorang pujangga besar Arab. Dia dilahirkan di kota Ahvaz (Iran Selatan), dengan darah Arab and Persia mengalir di tubuhnya. Ibunya, Golban, seorang penenun Persia dan ayahnya yang tidak pernah dia temui adalah seorang tentara dari pasukan Marwan II dari Damaskus.

Begitu lahir, Abu Nawas atau Abu Nuwas dijual ibunya kepada Sa’ad Al-Yashira, seorang tukang obat asal Yaman. Sa’ad memboyong Abu Nawas ke Basrah, dia tinggal di sebuah Kota Pelabuhan yang saat itu memunculkan tokokh-tokoh mitos seperti Sinbad yang juga menjadi salah satu mitos tokoh 1001 malam dan dikota ini pula Abu Nawas belajar banyak tentang Ilmu Pengetahuan termasuk belajar tentang sastra.

Masa mudanya penuh kontroversi. Hal ini membuat dia tampil sebagai tokoh unik dalam khazanah sastra Arab Islam. Ia menimba ilmu sastra Arab dari Abu Zaid al-Anshari dan Abu Ubaidah. Ia juga belajar Al-Quran dari Ya’qub al-Hadrami. Ilmu Hadis ia pelajari dari Abu Walid bin Ziyad, Muktamir bin Sulaiman, Yahya bin Said al-Qattan, dan Azhar bin Sa’ad as-Samman. Pertemuannya dengan penyair dari Kufah, Walibah bin Habab al-Asadi, telah memperhalus gaya bahasanya dan membawanya ke puncak kesusastraan Arab. Walibah sangat tertarik pada bakat Abu Nawas yang kemudian membawanya kembali ke Ahwaz, lalu ke Kufah. Di Kufah bakat Abu Nawas digembleng. Ahmar menyuruh Abu Nawas berdiam di pedalaman, hidup bersama orang-orang Arab Badui untuk memperdalam dan memperhalus bahasa Arab.

Di kota ini pula dia bertemu dengan Saqi seorang anak laki-laki yang dicintainya dan digambarkan dalam beberapa puisinya sebagai salah satu objek dari puisinya, Seringkali pula pusisi-pusinya yang jenaka dan mengandung kritikan tajam, mengakibatkan dia pernah dipenjara. Salah satunya ketika dia membacakan sebuah puisi memuji salah satu elit politik Barmakis yang telah digulingkan oleh Khalifah Harun Ar Rasyid. Mengakibaykan dia lari ke Baghdad hingga sepeninggal Khalifah Harun Ar Rasyid tersebut pada 809 M, dia jadi lebih leluasa dalam membuat puisi-puisi saat di pimpin Muhammad Al Amin karna dia adalah salah satu dari murid Abu Nawas sendiri, begitu senangnya dia bebas berekspresi hingga melahirkan puisi-puisi yang memuji Muhammad Al Amin yang konon menjadi penulisan puisi terbanyak yang ditemukan.

Dalam Mulhaq al-Aghani juz 25 Abu Nawas sendiri digambarkan pernah menikahi seorang wanita yang masih kerabat jauhnya namun keesokan harinya wanita tersebut diceraikanya, dalam sebuah riwayat juga pernah digambarkan dia akan menikahi seorang wanita bernama Jinan namun pernihakan tersebut tidak pernah terlaksana.

Kata Ismail bin Nubakht sendiri menggambarkan: "Saya tidak pernah melihat seorang pria pembelajaran yang lebih luas dari Abu Nuwas, atau orang yang, dengan memori begitu kaya kosakata, memiliki begitu sedikit buku Setelah kematian-Nya kita menggeledah rumahnya, dan hanya bisa menemukan. satu buku-cover berisi quire kertas, di mana buku tersebut adalah koleksi langka dan pengamatan ekspresi gramatikal dari Abu Nawas"

Penggambaran tokoh Abu Nawas yang Homoseksual juga pernah disampaikan oleh Imam Syafi'i yang menyatakan
Beliau mengatakan, “seandainya Abu Nawas tidak Mujun, (Penggambaran Abu Nawas yang homoseksual), niscaya aku akan belajar sastra kepadanya”

Kebesaran Abu Nawas juga pernah dituangkan dalam kitab
itab-kitab sejarah seperti Tarikh al-Islam (juz 10/161) karya sejarawan adz-Dzahabi, Tarikh Baghdad (juz 7/436) karya Khatib al-Baghdadi, Tahdzib Ibn Asakir juz 4, Wafayat al-A’yan karya Ibnu Khalkan. Masalik al-Abshar (jilid 9), Syudzurat al Dzahab (juz1/345) atau kitab Mulhaq al-Aghani juz 25 karya Abu al- Faraj al-Ashbihani. Namun, kisah kesusastraan Abu Nawas yang Homoseksual sendiri pernah dikupas habis dalam Majalah Sastra Al Funun (1913).

Kebengalan kisah hidup Abu Nawas yang sangat kontroversi itulah yang konon menyebabkan beliau tidak pernah dimasukkan dalam literatur-literatus Sejarah Islam hingga akhirnya menyebabkan dirinya dianggap sebagai salah satu tokoh Fikif seribu satu malam, sama seperti ketokohan Abu nawas puisi terkenal beliau I'tirof -pun juga menjadi kontroversi. Sebagian puisi tersebut memang ditulis oleh Abu Nawas dalam penjara (yang digambarkan oleh sebagian penulis literatur sebagai fase pertobatan Abu Nawas), sebagian lagi menggambarkan dalam sebuah riwayat, Abdullah bin Rawahah saat ingin menjumpai sahabatnya, Abdurrahman bin Auf. Setiba di rumah Abdurrahman, istri Abdurrahman membuka pintu dan betisnya terlihat karena hembusan angin yang mengingkap busananya. Kejadian ini membuat Abdullah bin Rawahan jatuh pingsan karena merasa kaget dan berdosa. Setelah sadar, ia mengasingkan diri di sebuah perbukitan. Selama tiga hari, ia baru ditemukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya, ketika terdengan syair Al-I'tiraf dari Abdullah bin Rawahah. Sumber lain menyebutkan, syair itu adalah karya Syekh Al-Sya'roni

Dalam sebuah riwayat, Abu Nawas di sebuah malam (konon malam lailatul Qadr dalam Bulan Ramadhan) dalam keadaan mabuk berat bertemu dengan seseorang dan seseorang tersebut menyampaikan "Hai Abu Hani, jika engkau tak mampu menjadi garam yang melezatkan hidangan, janganlah engkau menjadi lalat yang menjijikan merusak hidangan itu" dan membuat Abu Nawas berubah total dan saat bertemu dengan kawan-kawan lamanya dia menyampaikan kalimat I'tirof tersebut.

Bukan hanya itu, kematianyapun sangat misterius. Sebagian sumber mengisahkan kematianya karena disiksa oleh Keluarga Nawbakhti (yang mnaruh dendam pada Abu Nawas), sebagian lagi mengisahkan dia meninggal karena diracun. Menurut Al-Khatib al-Baghdadi salah satu penulis sejarah Arab terkemuka menuliskan bahwa beliau dikuburkan di Shunizi daerah Baghdad dan Kota ini memiliki beberapa tempat bersejarah yang pernah dijamah Sang Penyair. Jalan di sepanjang tepi timur Sungai Tigris pernah dijadikan tempat pameran di kota itu untuk memamerkan puisi-puisi Abu Nawas. Taman Abu Nuwas Park terletak antara Jembatan Jumhouriya dan sebuah taman sungai di Karada dekat Bridg.

Lepas dari semua persoalan, Abu Nawas sering digambarkan sebagai seorang penasehat raja saat itu menunjukkan bahwa saat itu seseorang dinilai karna ilmu yang dimilikinya bukan karna prefrensi seksualnya bahkan bisa menjadi seorang penasihat istana. Beberapa puisi yang menggambarkan ke Homoseksualanya :

Aku mati dalam cinta untuk seorang anak lelaki,
yang sempurna dalam segala hal,
Hilang dalam alunan musik kau bawakan.
Mataku tertuju pada tubuh lelaki itu yang menyenangkanku
Dan aku tidak pernah meragukan kecantikan lelaki itu.
Pinggangnya seperti pohon muda, wajahnya bagaikan bulan,
Dan keindahan setiap lekukan pipi kemerahannya
Aku mati dalam cinta untuk seorang lelaki,
Tapi, simpanlah rahasia ini:
Ikatan yang menyatukan kita adalah tali yang tak bisa dipecahkan.
Berapa lama tlah kau ciptakan, wahai malaikat?
Lalu apa! Yang ada dalam anganku hanyalah menyanyikan pujian untukmu lelakiku
(Love is Bloom, Monteil Hal.95)



Untuk Seorang anak laki-laki, ku tinggalkan para wanita
Dan untuk anggur tua yang menjadikan anganku seperti air jernih yang mengalir
Jauh dari jalan setapak, yang ku ambil tanpa kepongahan
Cara yang berliku untuk sebuah dosa, karna kuda ini
telah memotong tali kekang tanpa penyesalan
dan terbawa oleh kekang dan alur
(Lelaki Lebih Berharga Dari Wanita; Monteil, hal 91)

Rabu, 07 Desember 2011

"Gender Ketiga" dalam Hindu

Hindu sebagai salah satu Agama tertua didunia yang muncul dari Agama Weda dari negeri para Arya (Iran) memiliki salah satu dari tiga dewa utama selain Brahma dan Wisnu dan dalam sebuah penggambarannya memilki salah satu representasi ikonografi Siwa disebut (Ardhanārīśvara) menunjukkan dia dengan satu setengah dari tubuh sebagai laki-laki dan setengah lainnya sebagai perempuan. Menurut Ellen Goldberg, nama bahasa Sansekerta tradisional untuk penggambaran (Ardhanārīśvara) ini adalah diterjemahkan sebagai "Tuhan Setengah Wanita" (The Lord Who Is Half-Woman). Dalam Hindu filsafat, ini digunakan untuk memvisualisasikan keyakinan bahwa kekuatan tertinggi alam semesta suci sebagai baik feminin dan maskulin.

Yang Unik lagi adalah, Dewa Siva digambarkan segai setengah Shiva dan setengah Parvati, parvati adalah istri Shiva yang akhirnya dari pernikahan tersebut melahirkan Ganesha dan Skanda (hemmm, ^^ Apa maksudnya dia menikahi diri sendiri atau dia representasi dari sebuah kelahiran?)

Di India saat ini dalam paspor telah mengakomodir gender "Ketiga" dengan sebutan eunuch (Jadi di paspor ada Laki-Wanita-eunuch) atau lebih deikenal dengan nama Hijra (Yang digambarkan sebagai Kasim) bukan sekedar kasim namun seorang lelaki yang memiliki sifat feminin dan atau yang dai memiliki kelamin ganda. Di India disebutkan sebagai jenis kelamin ketiga dan tidak semua Hijra menginginkan dihilangkanya kelamin laki2nya.

Dalam kisah lain, ada Bahuchara Mata dia adalah dewi Hindu yang memiiki alur cerita hampir mirip dengan kisah Hermaproditus dari bangsa Yunani. Satu cerita bahwa ia muncul dalam perwujudan seorang putri yang mengebiri suaminya karena suaminya berlari di hutan dan berprilaku seperti seorang wanita ketimbang berhubungan seks dengan sang istri. Dalam cerita lain dikisahkan ada seorang pria mencoba memperkosanya sehingga dia mengutuk dia dengan impotensi. Ketika pria itu memohon maaf padanya agar kutukan dihapus, ia melunak setelah ia mau menyepakati untuk berjalan di hutan dan dan dia menjadi seperti seorang wanita. Kuil utama untuk dewi ini di Gujarat dan merupakan tempat ziarah bagi hijra, yang melihat Bahucahara Mata sebagai sebuah pelindung.

Dalam beberapa versi Ramayana, ketika Rama meninggalkan Ayodhya selama 14 tahun pengasingannya, berduyun-duyun rakyatnya mengikutinya ke hutan karena pengabdian mereka kepadanya. Segera Rama mengumpulkan mereka untuk memberikan perintah kepada mereka untuk tidak berkabung, dalam perintahnya diperintahkanlah semua "pria dan wanita" dari kerajaan-Nya harus kembali ke tempat mereka di Ayodhya. Rama kemudian meninggalkan dan pengembara selama 14 tahun. Ketika ia kembali ke Ayodhya, ia menemukan bahwa hijra, yang tidak laki-laki maupun perempuan, tidak bergerak dari tempat di mana ia memberikan perintah. Terkesan dengan pengabdian mereka, Rama memberikan para hijra anugerah kepada mereka dengan kelahiran dan pernikahan. Dan pemberkatan inilah yang membuat Hijra melakukan puja badhai dengan menyanyi, menari dan memujanya

Dalam Mahabharata, sebelum Perang Kurukshetra, Ahiravan menawarkan nyawa untuk Dewi Kali untuk memastikan kemenangan Pandawa, dan Kali setuju untuk memberinya kekuatan. Pada malam sebelum pertempuran, Aravan mengungkapkan keinginan untuk menikah sebelum ia meninggal. Namun tidak ada wanita yang bersedia menikah dengan pria ditakdirkan untuk mati keesokan harinya, sehingga Krishna menampakkan diri dalam bentuk seorang wanita cantik bernama Mohini dan menikahi dia.

Dewa Aravan inilah yang hingga saat ini dipuja oleh para Hijra dengan menyebut mereka sebagai "Aravanis" dengan kuil Koovagam desa di taluk Ulundurpet di Kabupaten Villupuram dikhususkan untuk Dewa Aravan yang dalam kuil tersebut disebut sebagai Koothandavar

Senin, 28 November 2011

Pentingnya Kelompok Dukungan Sebaya bagi ODHA

Rasanya, tak banyak yang bisa diungkapkan lagi karna betapa tiga tahun ini bisa menjadi tahun yang sangat luar biasa dan menemukan banyak pembelajaran hidup yang sangat luar biasa pula berawal dari keikut sertaanku di Pusat Informasi dan Layanan Konseling Universitas Semarang (PILUS-USM) belajar bagaimana bisa menjadi bagian dari Mahasiswa yang peduli terhadap Kesehatan Reproduksi dan menjadi bagain pula dari jaringan Mahasiswa yang peduli dengan Kesehatan Reproduksi hingga 'menelorkan' sebuah kegiatan TEMU NASIONAL KESEHATAN SEKSUAL MAHASISWA yang merumuskan banyak strategi Nasional untuk mulai penggalakan Universitas-UNiversitas untuk lebih konsern lagi dengan Kesehatan Reproduksi. Entah apakah Direktorat Perguruan Tinggi yang saat itu kita beraudiensi secara langsung merespon kegiatan tersebut hingga merumuskan banyak kebijakan yang terkait dengan Kesehatan Reproduksi ataukah tidak saat ini yang jelas kegiatan tersebut mengantarkan perkenalan saya dengan PILAR PKBI Jawa Tengah.

Dari situlah ruangterbuka saya berkecimpung dengan dunia HIV dan AIDS, masih ingat dalam benak saya pada 14 Desember 2009 saya bertemu dengan salah satu Manager Kasus yang saat ini menjadi akrab dan darisana lah pula saya mulai berinteraksi dengan kawan-kawan ODHA (Orang Dengan HIV dan AIDS) melalui Kelompok Dukungan Sebaya, jujur saya menjadi sangat bergairah walau awalnya masi sangat grogi karena masi bingung bagaimana menghadapi mereka dan bagaimana berinteraksi. Dalam benak saya, salah-salah nanti mereka tersinggung dengan sesuatu yang saya anggap biasa, namun seiring waktu semua berjalan sangat lancar.

Ada banyak pemebelajaran yang TIDAK AKAN PERNAH ADA dalam Kelompok Dukungan Sebaya yang akan kita dapatkan di luaran sana, kita bisa belajar tentang semangat hidup, kita belajar tentang bagaimana menghargai hidup, bahkan kita belajar tentang Cinta dan Kasih Sayang yang sejati. Mereka adalah guru-guru kehidupan yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya belajar tentang Cinta bagaimana seseorang bisa melakukan penerimaan, sayapun belajar tentang semangat hidup.

Masih melekat dalam ingatan saya seseorang yangtadinyatergolek lemas di RS, kita berkunjung dan memberikan support. Tak kuasa kawan-kawan berlinang air mata untuk memberikan support dan semangat hidup dan beberapa hari kemudian orang yang tadinya tergolek lemas itu sudah hadir dalam sebuah acara senam pagi dan tersenyum lebar sambil mengangguk-anggukan kepala tertawa dan mengikuti irama musik. SUBHANALLAH!

Kekuatan yang luar biasa yang belum tentu kita dapatkan di tempat lain, ternyata Kelompok Dukungan Sebaya benar-benar menjadi tonggak kehidupan bagi kawan-kawan ODHA untuk saling memberi kekuatan dan semangat hidup. Ada ruang 'keluarga' yang dibangun dan menjadi tumpuan semangat bagi kawan-kawan untuk sedikit melupakan masalah pribadi dan saling memberikan kekuatan dengan mereka yang mempunyai permasalahan yang sama dengan mereka.

Sayangnya, dari 4299 data kasus HIV di Jawa Tengah yang dikeluarkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Jawa Tengah dengan proporsi 2400 HIV dan 1899 AIDS. Namun dari jumlah sebanyak itu, hanya 542 orang yang mengakses Kelompok Dukungan Sebaya dimana di Jawa Tengah terdapat 23 Kelompok Dukungan Sebaya di 15 Kabupaten/Kota. Artinya yang melakukan akses Kelompok Dukungan Sebaya masih jauh dari setengah ODHA di Jawa Tengah dan dari data KPA Jawa Tengah menunjukkan ODHA yang lebih terbuka di daerah-daerah perkotaan dan banyaknya kasus AIDS di daerah-daerah.

Ternyata masih banyak yang masih beum memahami arti penting dari Kelompok Dukungan Sebaya sebagai satu kekuatan pembangkit semangat, bagi seornag Manager Kasus. Kita jelas tidak bisa memaksakan seseorang yang telah mengetahui status untuk tergabung dengan Kelompok Dukungan Sebaya, kita hanya bisa memberikan ruang penjelasan kepada seorang ODHA arti penting seorang..... SAHABAT SEHATI
BANGKIT!!!!
MANDIRI!!!!
BERDAYA!!!!

SEMARANG, 30 November 2011 (In My Special Day ^^)



Masih ada HARAPAN

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh. Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.
Lilin yang pertama berkata : “Aku adalah Damai, namun manusia tak mampu menjagaku, maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Lilin yang kedua berkata : “Aku adalah Iman, sayang aku tak berguna lagi. Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala” begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih lilin ketiga bicara : “Aku adalah Cinta, tak mampu lagi aku untuk tetap menyala. Manusia tidak lagi memandang dan menganggapku berguna. mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya” tanpa menunggu waktu lama, maka matilah lilin ketiga.

Tanpa terduga…. seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. karena takut akan kegelapan itu, ia berkata : “apa yang terjadi?! kalian harus tetap menyala, aku takut akan kegelapan!” lalu ia menangis tersedu-sedu.

lalu dengan terharu lilin keempat berkata : “jangan takut, jangan menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin lainnya, Aku Adalah HARAPAN” dengan mata bersinar, sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya.

Adalah Timothy Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada 1995, namun kini. Dialah manusai pertama yang secara medis masuk kedalam jurnal kesehatan sebagai orang pertama yang sembuh dari HIV dan AIDS, yups. Dialah orang pertamakali yang masuk kedalam jurnal Kesehatan sebagai manusia pertama yang benar-benar sembuh dari HIV.

Pada 2008, Brown tinggal di Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, dokter memutuskan untuk melakukan cangkok tulang sumsum untuk mengobati leukemianya.

Namun, system operasi yang dialami oleh 'Pasien Berlin' ini tidaklah mudah karena menggunakan system stem cell Untuk prosedur awal, pasien akan menjalani penghancuran sistem kekebalan tubuh. Penghancuran tersebut menggunakan obat-obatan keras dan radiasi. Pemulihan pasien akan membutuhkan waktu berbu-lan-bulan lamanya.

Baru kemudian sistem kekebalan tubuh tersebut digantikan dengan milik donor dengan tujuan tubuh pasien akan mengembangkan sistem kekebalan tubuh yang baru. Risiko kematian dari prosedur ini atau komplikasi yang mengiringinya cukup tinggi, yaitu lima persen atau lebih, kata Dr Michael Saag dari Universityof Alabama di Birmingham. Pemilihan donor pun tak mudah. Darah dan karakter kekebalan donor harus identik dengan pasien. Untuk pasien Berlin, stem cells yang dicangkokkan datang dan donor mengalami mutasi gen yang terbilang amat jarang , Brown mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.

Mutasi inilah yang memungkinkan stem cells melawan HIV

Namun, dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan penderita HIV lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor yang sesuai. dan sedikitnya prosentase keberhasilan dalam proses ini.

Walaupun begitu, Peneliti AIDS Dr Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF) mengatakan, kasus Brown membuka pintu ‘riset penyembuhan’. Dalam Pertemuan Nasional HIV dan AIDS yang berlangsung di Jogja Oktober kemarin, seorang pembicara dari Spiritia megungkapan beberapa perosalan penyembuhan HIV dan AIDS.

Pengobatan ARV menyebabkan HIV bersembunyi di sumsum tulang atau tampat lain, setiap hari yang bersembunyi dalam sumsum akan keluar dan menyerang sel CD4 namun di'blokade' oleh ARV sehingga aman. Permasalahan pertama, apakah bisa dikembangkan ARV yang juga mampu mempercepat dikeluarkanyanya HIV yang bersembunyi di 'sarangnya' untuk keluar semua hingga habis. Kedua, apakah bisa dikembangkan ARV yang mampu menyerang daerah tempat2 persembunyian HIV atau yang ketiga kita akan menunggu hingga 70 tahun hingga semua virus ARV yang bersembunyi benar-benar keluar hingga habis dan kita sembuh.

Disinilah terletak titik cerah pengharapan untuk kesembuhan bagi yang terpapar oleh virus HIV dan kita harus tetap optimis untuk tetap maju bangkit dan meneruskan hidup. Menunjukkan pada dunia bahwa ODHA tidak lagi bisa dipandang sebelah mata atau dipandang nyiyir dengan segala stigma yang menyertainya.

MAJU, BANGKIT, BERDAYA

SEMARANG


Selasa, 22 November 2011

Pelibatan ODHA dalam Kampanye Penanggulangan HIV dan AIDS


Gak bisa lagi kita berpangku tangan dan hanya berfikir sebelah mata dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, dilihat dari data statistik yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI Per-Juli 2011 menunjukkan data proporsi kasus hingga 36% mengindikasikan bahwa mereka sudah aktif baik secara seksual maupun pada proses IDU berarti sudha mengenal zat-zat psikotropika sejak usia remaja.
Cukup disayangkan ketika pemahaman remaja tentang HIV dan AIDS saat ini masih sangat tekstual bahkan terkesan sangat tekstual sehingga pada akhirnya mereka masih jugaterjebak pada mitos-mitos yang mersahkan.

Beberapa waktu yang lalu ada kawan ODHA dari Temanggung yang menyampaikan keresahanya terkait dengan isu tentang tusuk gigi yang sengaja disebarkan oleh ODHA atau yang terparah dalam penelitian yang justru ditayangkan oleh portal-portal berita besar tentang terpi ikan yang bisa menularkan HIV. Padalah dalam pemahaman dasar sudah jelas bahwa HIV akan mati diluar tubuh manusia. Apalagi jika terkait dengan proses pergantian cairanya.

Aku pernah mengikuti MRAN (Malam Renungan AIDS Nasional) tahun 2011 yang diadain salah satu universitas bergengsi di Kota Semarang dan diselenggarakan oleh sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) dari sebuah fakultas sebagai calon stake holder yang terkait dengan HIV dan AIDS bahkan UKMnyapun UKM yang bergerak dibidang penyecegahan HIV dan AIDS, lucunya. Pemahaman HIV dan AIDS mahasiswa tersebut masih berada pada ruang stigmasi yang muncul dimasyakakat sehingga masih menempatkan mereka pada parameter yang salahterkait HIV dan AIDS bahkan lucunya lagi, pemahaman mereka tentang HIVd an AIDS juga ternyata masih perlu dipertanyakan lagi padahal nantinya mereka itu termasuk calon-calon stakholder yang berkaitan dengan HIV dan AIDS.
Dalam perkembanganya, pelibatan kawan-kawan yang HIV+ (ODHA) untuk memberikan penjelasan yang benar terkait HIV dan AIDS justru saat ini sangat krusial dibutuhkan, bahkan fakta menunjukkan pemahaman HIV dan AIDS bagi ODHA yang lebihterbuka dengan lingkungan terutama bagi mereka yang sudah tergabung dalam Kelompok Dukungan Sebaya memiliki tingkat pemahaman dan kualitas hidup yang jauh lebih baik dariapda orang yang tanpa HIV dan AIDS.
Saat mengadakan Kunjungan Penguatan Daerah yang mencoba mempertemukan Kelompok Dukungan Sebaya dengan stakeholderpun juga menunjukkan perhatian pemerintah dalam proses pelibatan ODHA dalam proses penanggulangan HIV dan AIDS juga masih sangat kecil. Seharusnya pencegahan bukan hanya ditujukan kepada poopulasi kunci IDU, Pekerja Seks, dan Homoseksual tapi juga ODHA juga memiliki kunci terkait pencegahan tersebut.

Saatnya kita akan lihat, apakah tahun 2012 nanti pemerintah bisa lebih proaktif lagi dalam proses pencegahan HIV dan AIDS dengan melibatkan ODHA dan memberikan dukungan secarareal dalam proses pencegahan tersebut bukan hanyaterkait dengan CST (Care and Support Treatment) saja namun juga pelibatan mereka secarea penuh dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia sehingga ODHA tidak lagi hanya menjadi objek penderita yang selalu dikucilkan bukan hanya di masyarakat namun juga dikucilkan hanya dijadikan objek proyek oleh pemerintahan semata.

SEMARANG






Siti Maimunah Berjuang Menjadi Laki-Laki

(Ini hanyalah satu bukti bahwa mothering tidak akan berpengaruh pada proses seksualitas seseorang

Selama ini salah satu mainstream yang ada kecenderungan seseorang menjadi seorang homoseksual karena pola didik orang tua)

VIVAnews - Akibat obsesi orangtua, seorang remaja di Jawa Tengah, berstatus sebagai perempuan meski bukti-bukti medis menunjukkan bahwa dia lelaki tulen. Kini remaja yang bernama Siti Maimunah berjuang meraih statusnya sebagai seorang laki-laki di Pengadilan Negeri Semarang.

Sejak lahir, Siti Maimunah sudah diharapkan jadi seorang perempuan karena empat saudara Siti adalah laki-laki. Sejak kecil, dia pun didandani layaknya perempuan, bahkan diberi nama perempuan.

Menyandang nama perempuan dan berpakaian serta mengenakan aksesoris perempuan, menjadikan Siti Maimunah sangat feminin. Tak cukup dengan perlakuan ini, orangtua pun menyekolahkannya ke sebuah pondok pesantren khusus putri.

Di pesantren inilah Siti mulai mempertanyakan takdirnya karena mengalami sejumlah kejanggalan yang tidak dialami perempuan lain. “Saat saya pacaran dengan seorang laki-laki, tak ada sensasi apapun. Tapi, saat saya berkumpul dengan teman-teman putri, saya justru merasa greng,” kata Siti Maimunah.

Selain itu, Siti juga tak pernah kedatangan 'tamu' tiap bulan sebagai tanda siklus reproduksi perempuan. Ini bisa dimengerti karena ia memiliki kemaluan laki-laki.

Kecanggungan Siti dalam bergaul dengan santri putri itu tak luput dari perhatian sang kyai. “Saya dipanggil dan ditanya, apa saya memang laki-laki? Karena tak tahu saya tak menjawab dan hanya senyum saja,” kata Siti.

Sejak itu, ia mulai belajar mengenai reproduksi dan kemudian menyimpulkan bahwa dirinya adalah laki-laki tulen. Siti pun bertekad mencari pengakuan yang sah sebagai lelaki jika lulus sekolah. Dengan pengakuan sah, semua data administrasi mulai dari kartu keluarga, akte lahir, dan lainnya, bisa diganti sehingga Siti tercatat berjenis kelamin laki-laki.

Siti yang kini berusia 18 tahun pun sudah bekerja di sebuah pabrik garmen. Dengan tekad bulat, dia datang ke Pengadilan Negeri Semarang untuk mendaftarkan perubahan statusnya.

Hari ini, Selasa 22 November 2011, Siti menjalani sidang perdana. “Hari ini adalah hari yang bersejarah dan merupakan titik balik bagi saya,” kata Siti Maimunah yang kini memilih nama Mohammad Prawirodijoyo sebagai nama barunya dengan panggilan Joyo. Nama Mohammad Prawirodijoyo itu sendiri sudah ia gunakan saat melamar pekerjaan di sebuah pabrik garmen. Dan kini ia tercatat sebagai karyawan laki-laki.

Menurut Retno Kusmardani selaku pengacara Joyo, hasil tes medis menunjukkan Joyo adalah lelaki tulen. "Dengan bukti-bukti itu, kami berharap permohonan kami untuk berganti status bisa dikabulkan majelis hakim,” kata Retno. (eh)

Laporan: Puspita Dewi | Semarang